Menengok Sikap Keberagamaan Kita

Ketika kita melongok ke akun facebook masing-masing lalu melihat pro dan kontra dari status-status kita sendiri dan teman-teman kita yang beda gerakan dan harokah penuh caci maki, saling melempar sindirian dan jauh dari sikap ilmiah berarti ada yang salah dengan ukhuwah kita. Sebenarnya boleh tak sependapat atau tetap berbeda namun tanpa mencela dan tetap santun. Di era sosial media yang informasi serba cepat seperti ini kita cenderung reaktif dan berpikir cekak serta tergoda untuk memberi komentar secepatnya tanpa harus berpikir matang.

Alim Mengenang Alim

Tidaklah seseorang membaca biografi orang-orang besar yang pernah muncul dari suatu kelompok, melainkan dia akan merasakan mentalitas baru yang merasuki jiwanya sehingga menggerakkan raganya untuk melakukan berbagai hal dan amal yang mulia. (Al Himmah al Aliyah: Mu’awwiqatuha wa Muqawwimatuha, Dr. Muhammad Ibrahim Al Hamad) Tulisan di bawah ini  bercerita tentang seorang pahlawan nasional yang gaungnya kurang Read more about Alim Mengenang Alim[…]

Al Maidah: 51 dari berbagai tafsir

“Tidak ada dan tidak akan pernah ada yang dapat menandingi Al Qur’an dalam menyelesaikan persoalan, serta tidak ada yang dapat menggantikan mukjizat terbesar ini sama sekali.” [Tuntunan generasi muda, Badiuzzaman Said Nursi] Sebelum kami uraikan tafsir Surah Al Maidah: 51 dari beragam kitab tafsir, alangkah patut sebagai seorang muslim kita mengetahui kewajiban terhadap Al Qur’an. Read more about Al Maidah: 51 dari berbagai tafsir[…]

Mengutuki minat baca kita

Dalam suatu kajian, Ustadz Fauzil Adhim pernah bertutur bahwa indeks minat baca di Indonesia berada pada angka 0,001. Dapat disimpulkan dalam lingkup 1000 kepala hanya ada satu kepala yang memiliki minat baca. Padahal program pengentasan masyarakat dari buta aksara terus meningkat, semacam terjadi paradoks. Membaca tidak hanya membutuhkan kemampuan motorik, lebih jauh membaca adalah aktivitas yang melibatkan kesadaran mental dan motivasi.