Cukup Penting: Matikan Lampu Saat Mati Lampu

Kahanan saya belajar elektro, maka membagi ilmu kelistrikan merupakan usaha kontribusi nyata untuk mencerdaskan bangsa. Ini anti hoax, monggo bisa dipelajari tentang load shedding.

Back to topic, intinya matikanlah semua peralatan listrik saat listrik berhenti mengalir ke rumah anda (judule ben menarik disengaja demikian).

*Karena inti tulisan sudah saya tulis, anda bisa berhenti membaca status ini. Bagi yang minat membaca lanjutannya, bisa dilanjutkan membaca*

Ketika listrik padam, terdapat beberapa kemungkinan yaitu: adanya gangguan, adanya giliran pemadaman (ini load shedding), atau adanya pemadaman darurat (biasanya juga load shedding). Alasan lain juga ada sih, misalnya “njeglek” (konsumsi listrik anda melebihi daya langganan anda), “korslet” (korslet menyebabkan konsumsi listrik berlebih, bisa juga membuat fuse anda bekerja), anda lupa membayar tagihan listrik (ya keles mau pakai gak mau bayar), pulsa listrik habis (ini yang prepaid, isi pulsa dulu baru bisa pakai lah), anak tetangga iseng matiin breaker depan rumah (breaker itu yang ada di meteran rumah), dan lain-lain.

Nah, kesemua padamnya listrik itu, amannya kita mematikan semua peralatan listrik. Untuk berjaga-jaga, bisa tetap menyalakan lampu satu saja agar tau jika pemadaman atau perbaikan selesai. Kenapa kok kita harus mematikan yang sudah mati? Karena supaya bangkit dari kematiannya tidak berjamaah. Jadi, matikanlah saklar kalian. Memang kenapa? Karena bisa membahayakan jalur pengiriman listrik. Ketika perbaikan selesai misalnya, pastilah jaringan listrik oleh PLN dibuka (buka dalam istilah ini artinya aliran listrik dimatikan). Ketika ditutup kembali, semua peralatan yang switch-nya on akan langsung menyedot dengan bringasnya. Beberapa elektronik dapat menyedot listrik starting yang sangat besar (biasanya yang berbentuk dinamo seperti penyedot debu, mesin cuci, pompa air, dll. Penulis kurang paham, tetapi secara umum, sepertinya peralatan yang memiliki induktor juga berat di awal seperti lampu tl. Elektronik seperti komputer juga berat ngangkatnya). Nah, arus starting ini bisa mencapai dua sampai sepuluh kali arus normal. Kalau mendadak disuruh angkat langsung besar, bisa jadi kabelnya gak kuat (perlalatan lain juga bisa gak kuat, atau CB bisa membuka untuk melindungi peralatan lain yang tidak kuat). Bagitu pula pada pemilik industri atau pabrik. Tidak bisa langsung semua peralatan dinyalakan bersamaan dari keadaan mati. Nah, mungkin pernah merasakan kok listrik nyala langsung mati lagi, alasannya karena ini. So, ikutlah bantu PLN dengan mematikan peralatan listrik apabila listik mati.

Oh ya, kalau susah memahaminya, bisa disimulasikan dengan membuat listrik rumah anda njeglek, kemudian kembalikan breaker tanpa mematikan peralatan listrik. Njeglek lagi kan? Nah, kadang, njeglek lagi ini dalam sistem distribusi listrik mengakibatkan kerusakan.

Terima kasih.

Bagaimana Menurutmu?

%d bloggers like this: