NYAWAH: Nyate Bareng Al-Uswah

16 September 2016 memberi warna baru dalam lembar kehidupan kami. Awalnya, kadang rasanya malas membayangkan nyate. Nyate itu capek. Capek motongi daging, capek nyunduki, capek ngipasin.. dan hasilnya juga tidak lebih enak ketimbang sate yang dijual oleh professional.

Tapi… Yang berharga dari nyate adalah… waktu, menit demi menit yang kita habiskan bersama. Itulah yang kami pelajari dari NYAWAH kali ini.

SONY DSC

Aziz dan Khabib yang memotongi timun dengan senang hati

Ceritanya, para mentor PUKAT punya inisiatif untuk mengumpulkan adik-adik setelah SG KIP-PUKAT akhir agustus lalu.. Tapi sayangnya pas ada acara di Sekolah juga, jadi malah pesertanya pada sudah lulus. Ada Mas Adnan dan Mas Ridho Mafaza yang angkatan 2012, ada Haidar 2013, ada Ayyasy, Juna, Yasir, dan Yazid 2014, Ada Aji Nur Fauzan, Ilham Aziz, Khoirul Khabibi, Miftahul huda, dan Aan 2016. Dan ada juga sih adik 2017nya, tapi cuma dua butir, yaitu Nashir dan Natsir.

 

Jadi ceritanya kami janji untuk kumpul di rumah Mas Adnan pada 14.30. Tapi realisasinya dimulai pada Bakda Ashar. Waktu diisi dengan motongi daging yang dibawa dari rumah, disunduki, lalu dibumbui ala kadarnya, dan kemudian dipanggang di atas panggangan (Lha iyalah masak dipanggang di atas ceret_red)

Formasinya saat saya datang, ada Aji Nur Fauzan dan Juna yang Nyunduki, Khabib dan Aan yang memanggang dan Huda yang membumbui dengan instingnya. Formasi ini terus berubah seiring dengan rasa bosan memotong daging, ngipasin, dan nyunduki. Serta berubah dengan kehadiran teman-teman yang menyusul.

SONY DSC

Formasi Awal

Kegiatan Menyate ini terjadi selama 4 setengah jam (15.00-19.30) dan Baru bisa makan pada pukul 19.30 malam. Alhamdulillah, selain sate buatan sendiri ada beberapa masakan Ibunya Mas Adnan (dan Majid tentunya) yang Nyamleng abis.

36240ded-4d60-41f7-a63f-bde5da114eee

Sempat terjadi perdebatan karena tongseng buatan Ibu Mas Adnan tinggal Kuahnya saja. Kata Yasir “Iki wis disaring po piye?”

Terjadilah perdebatan yang sebetulnya adalah guyon belaka. Dan diakhiri dengan kata mutiara dari Yazid:

“Konco Konco, Mangan mangan!”

(Urusan pertemanan ya urusan pertemanan, urusan Makan itu lain lagi!).

Di Akhir Perjumpaan ini, Mas Adnan memberi pesan bahwa, kita mesti mensyukuri kesempatan seperti ini. Sebab, perjumpaan virtual di HP kita tidak bisa mewakili Ekspresi wajah kita… Hanya bertatap muka beginilah, hati kita dapat semakin erat bersatu.

SONY DSC

Semangat!

 

 

Bagaimana Menurutmu?

%d bloggers like this: