18th August 2016

Sejarah

KSAI Al Uswah berdiri pada tanggal 28 Muharram 1412 yang bertepatan ada 9 Agustus 1991 di Yogyakarta. Organisasi ini didirikan oleh sekelompok anak muda alumni SMA 1 Teladan Yogyakarta lulusan tahun 1990. Mengapa dinamai KSAI Al Uswah? Nama ini muncul karena memang aktivitas inti organisasi adalah kegiatan ala kelompok studi. Jadi, inheren dengan corak dan format kegiatan-kegiatan awal yang membidani gagasan kelahirannya.

Organisasi ini dilahirkan berkat aktivitas “kumpul-kumpul tapi mikir.” Untuk mengakomodasi kegiatan lainnya yang tidak lazim dilakoni oleh sebuah kelompok studi, maka kemudian ditambah menjadi Kelompok Studi dan Amaliyah Islam. Tidak sekedar kelompok studi saja tetapi menjadi kelompok studi plus, itu yang menjadi harapannya. Plus dalam arti ada amaliyahnya, cakupan kegiatannya dan yang pasti, dalam kuantitas jumlah anggotanya yang terdiri atas Muslim Alumni SMA 1 Yogyakarta.

Melalui KSAI Al Uswah, tradisi keilmuwan dan pemikiran dicoba digairahkan tetap dalam kerangka ibadah. Bukan saja karena anggota aktifnya yang terdiri atas para mahasiswa muslim, tetapi juga karena kesamaan cita-cita dan semangat ukhuwah yang telah terbina sejak masa SMA. Bagai dipertemukan oleh “jari-jemari” Allah, ukhuwah itu berlanjut ketika alumninya telah tersebar ke berbagai fakultas dan Perguruan Tinggi. Tentu organisasi ini bukan didirikan sebagai pelampiasan romantika SMA. Ataupun juga eksklusivitas dan primordialisme sempit, karena hanya menghimpun alumni SMA tertentu saja. Justru dari sanalah, alumni SMA 1 Yogyakarta diberi kerangka bahwa “dunia lain” (kampus & masyarakat) tetap menanti peran aktifnya.

Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan KSAI Al Uswah pada masa itu, selain aktivitas berkelompok studi antara lain :

  • Forum diskusi bulanan
  • Forum Silaturrahim Muslim SMA 1 Yogyakarta
  • Bhakti Sosial Masyarakat yang salah satu bentuknya dengan melakukan dropping air ke Gunungkidul
  • Pembinaan anak asuh
  • Kegiatan Idul Adha
  • Tes uji Coba UMPTN 1993 bagi seluruh siswa SMTA se-Yogyakarta bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Primagama Yogyakarta
  • Pelatihan motivasi berprestasi, dengan menyediakan trainer ke Yogyakarta, Banjarnegara dan Temanggung
  • Dialog akbar pra Ramadhan 1413 di Yogyakarta dengan menghadirkan Dr. Ir. Sri Bintang Pamungkas, Dr. Damardjati Supadjar dan lain-lain. Kegiatan ini diselenggarakan bersama dengan ICMI Orwil DIY
  • Forum Kreativitas Remaja Muslim (FKRM) yang atas kerjasama dengan jamaah Sholahuddin UGM pada Ramadhan di Kampus 1412 H, 1413 H, dan 1414 H. Dengan bentuk kegiatannya antara lain : Dialog Remaja Muslim, dengan menghadirkan pembicara Neno Warisman, M. S. Rallie Siregar (Dirut RCTI), Dr. Djamaluddin Ancok, dan lain-lain. Bina Remaja Muslim, dll

Setelah melakukan “penantian” selama 2 tahun (terhitung sejak tanggal kelahirannya) dengan melakukan pembenahan infrastruktur, maka pada bulan November 1993 yang lalu, dilaksanakan Muktamar KSAI Al Uswah. Waktu 2 tahun dirasakan cukup untuk mengakomodasi ide dan pemikiran dan yang pasti proses “trial and error” format organisasi dilakukan, demi lahirnya organisasi yang layak. Muktamar telah menyepakati AD/ART organisasi, GBHK dan pemilihan ketua umum periode 1993-1994.

Periode pertama kepengurusan telah berjalan. Masih muda dan belum menasional memang. Tapi dengan semangat kepemudaannya yang dinamis, organisasi ini mulai menapai peradaban dan mempertegas eksistensinya. “Menebar Rahmah, Mengukuhkan Ukhuwah” itulah motto kami.

1919367_1274872114821_3111020_n

Berikut, adalah testimoni yang diberikan oleh beberapa mantan pengurus KSAI. Semoga bisa memberi gambaran tentang perjalanan KSAI selama ini 😀

November 2005

Dakwah yang muntijah adalah yang senantiasa mampu menjawab permasalahan mad’u & ummat tanpa kehilangan ashalah. Sebagaimana Islam, ia adalah nizham sempurna & menyeluruh, menyeru fitrah tersuci untuk hidup, bergerak, & memberi manfaat dengan ruh terjernih, fikrah paling kreatif dan jasad penuh vitalitas. KSAI memang tak sekedar mentoring. Ia telah mendaki hingga dekat ke makna-mekana ini.  << Salim A. Fillah (Alumni ‘02, Penulis Buku Best Seller tentang Remaja dan Cinta)

KSAI sekarang sudah lebih maju dari yang dulu. Jaringan alumni perlu dikembangkan, terutama untuk kemajuan SMA 1 dan membantu pengembangan pendidikan adik-adik. Salut untuk pegiat KSAI, semoga tetap istiqomah. Allahuakbar! << Ardianto (Alumni ’95, Komisi A DPRD Kota Jogja)

Alhamdulillah ada KSAI di SMA 1. Pelajar adalah “historical bloc” yang akan menciptakan sejarah baru. Mengawalnya menjadi pejuang kebenaran adalah tanggung jawab sejarah bagi KSAI. Dengan amal ilmiah & ilmu yang amaliyah, Insya Allah KSAI bakal bisa menjadi perubah dunia! Diawali dari Teladan Daarussalam. <<Shofwan Al Banna Choiruzzad (Alumni ’03, Mahasiswa HI UI, Penulis buku “Palestina, Emang Gue Pikirin”)

Saya kira ada nama yang lebih pas untuk KSAI yaitu “KSAK; Komunitas Sayang Adik Kelas.” Be a good trainer! Semangat Kak! << Lukman Tifa (Pelajar kelas XI, Ketua Forum Koordinasi Pengurus OSIS (FKPO) kota Jogja)

KSAI, tidak hanya sebuah organisasi atau kumpulan alumni, KSAI adalah wujud nyata (Insya Allah) niat ikhlas dan kasih sayang kakak-kakak kepada adiknya, untuk saling berproses menuju “al-uswah”, terutama di Teladan Daarussalam. << Arif Fathoni (Pelajar kelas XII, Mitramuda I OBTB, Ketua GVT 2005)

KSAI bagus.. kepedulian alumni terhadap kerohanian di SMA 1 dan akhlak siswa. Karena selama ini yang sering berdampingan dengan siswa itu lebih pada alumni daripada guru. << Pak Arsidi (Pustakawan SMA 1)

KSAI… strategis, penting. KSAI strategis karena perannya berbeda dengan peran guru dan peran siswa… Terkadang kehadiran KSAI kurang disadari oleh alumni muda padahal mereka merasakan keberadaan KSAI tapi tidak merasakan jika tidak adanya KSAI… KSAI merupakan lembaga alumni di SMA 1 sebagai contoh bagi SMA lain bahkan mereka juga iri… KSAI memiliki visi dan pandangan ke depan… tetap harus membangun ikatan (silaturahmi) dengan guru-guru… << Ibnu Rois Al Hakim (Teknik Mesin 1999)

KSAI secara definisi adalah orang alumni SMA 1… ya kayak namanya.. Kalau kesanku tentang KSAI, kegiatannya bagus banget, kan jarang alumni yang mau balik ke SMA dan mengaktualisasikan dan do something good disana << Annisa Miranty (Psikologi 2004, dosen UGM)

Sepemikiran ana, KSAI merupakan suatu sistem yang berfungsi sebagai akselerator tarbiyah Islam bagi siswa SMA 1 Yogyakarta. << Sonny Nova (Teknik Kimia 2005)

KSAI tu kayak pisang. Kalau dilihat luarnya kadang terasa biasa aja bahkan pernah garing dan nggak menarik.. tapi sebenarnya isinya OK banget, anak-anaknya juga OK. Yo ! Rajin-rajin Semangat! << Alifah SS Pelajar SMA 1 Jogja

Jujur saja KSAI tuh bagus… dengan ini kekeluargaan alumni dan pelajar semakin erat.. Kita jadi bisa belajar agama lebih karena ada pendampingan dari alumni. << Mulika I Firdaus Pelajar SMA 1 Jogja

Menurutku aku sangat diuntungkan ma KSAI, terutama lewat mentoringnya. Sebenarnya aku sendiri pengen KIP terlaksana secara rutin, gak cuma berhenti di mentoring aja. Soale masih banyak yang pengen aku ketahui. Aku suka kegiatan sosial di KSAI. << Yudha A, Pelajar SMA 1 Jogja

Harapan saya adalah agar KSAI tetap konsisten di jalan da’wah, dengan mengedepankan nilai-nilai ukhuwah, dalam upaya menghidupkan amalan baik infirody maupun jama’i. Yang pasti amalan yang ilmiah. << Arif Darmawan, Pelajar SMA 1 Jogja, Ketua Rohis Al Uswah 2005-2006

KSAI sekarang, subhanallah jauuuh lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya, lebih profesional dan punya banyak jaringan. Kalo dari sisi pengampu subhanallah expert di bidang masing-masing. Nama dah dapat, profil dah nemu. Semoga KSAi gak Cuma gemerlap di luarnya saja, tapi juga bisa menjadi salah satu penopang bagi kebangkitan islam. Mahakarya antum sangat dinantikan oleh ummat….Allahuakbar! << Nurjazamnah (KU UGM 2002)

Kiprah KSAI di SMA 1 cukup bagus. Semoga di luar sekolah demikian juga. Banyak kegiatan sekolah yang melibatkan KSAI, namun lebih baik lagi jika ksai lebih meningkatkan keprosionalannya dengan cara belajar lebih banyak tentang agamakepada ustadz/kyai yang tahu banyak tentang agama tersebut. Bukan hanya belajar sendiri. Islam pada awalnya diekambangkan  dalam bahasa Arab, warga ksai perlu belajar bahasa Arab agar tahu betul tentang Islam. << Ir. Asrori (Guru Kimia SMA 1 Jogja)

Alhamdulillah, hadir KSAIAl Uswah yang mudah-mudahan dapat menyebarkan syar yang benar-benar menyejukkan hatidan memeberikan peningkatan dan penyempurnaan iman kita semua. << Uminingsih, S.Pd(Guru Ekonomi SMA 1 Jogja)

_____________

Februari 2008

KSAI memberi goresan indah dalam perjalanan hidupku. Kebersamaan, kepedulian, saling pengertian, dan kuatnya tekad pembenahan melekat di setiap pengurus dan anggotanya. Bersama di KSAI sebuah perubahan dan pembenahan itu telah dan sedang kita lakukan. Semoga apa yang kita lakukan senantiasa berbekas dan manfaatnya mengalir terus-menerus. Ini awal, bukan sebuah akhir! << Zainuri Hanif (Mentor, Ketua KSAI Al Uswah 2004-2005, Biro Dakwah FSRMY, TP UGM)

KSAI adalah tempat dimana saya menemukan sahabat-sahabat sejati dalam indahnya ukhuwah berjuang di jalan Allah, semoga tetap istiqomah & selalu diridhoi-Nya…Amien, Insya Allah… << Nur Aini Ananda (Mentor, TSC, Sekretaris KSAI Al Uswah 2004-2005, KU UGM)

Bimillah wal hamdulillah … Semoga KSAI kelak benar-benar menjadi majlisatu’sh sholihin … tempat berkumpulnya orang-orang sholeh… di sini, di dunia… dan besok di akhirat sana … << Riza Zakariya (Ketua Umum TSC 2001-2002, Sie Kreatif KSAI Al Uswah 2004-2005, TE UGM)

Kalo jalan da’wah ini jalan panjang, qta bikin “trans da’wah” yuks! Naik bis gratis di jalan da’wah.  Kalo jalan da’wah ini penuh onak dan duri, qta bersihkan yuks! Taburi dengan bunga kesturi, kita gelar karpet merah. Yuks, bahagia di jalan da’wah. Bahagia dengan mencukupkan diri dengan-Nya. Barakallahufikum ya du’at! <<Kresna Abi Chandra Susena (Mentor KSAI Al Uswah, Psikologi UGM)

Alhamdulillah, ada yang berbahagia setelah sukses kuliahnya.. lalu mengundang teman-temannya untuk tasyakuran, subhanallah. Namun lebih mulia lagi, jika ada yang menemukan kesulitan temannya lalu mengundang teman-temannya yang lain utnuk mencarikan solusinya. Yang belum wisuda semoga cepet nyusul;, apapun kendalanya semoga bisa dihadapi bersama-sama, seperti kebersamaan pada siang ini. Semangat!!! << Rahmat Saputra (CDA Rohis Al Uswah, Mentor KSAI Al Uswah, Fisipol UGM)

Dengan KSAI kuberharap bisa mewujudkan sebuah daulah kejayaan Islam. (he-he, sukup gay a, udah ada dokternya, psikolognya, insinyurnya, petaninya, jaksanya…). Skalipun masih panjang, tapi bisa kulihat secercah harapan tentang kepastian itu. Saudara yang berkomitmen dengan Islam, berdakwah, berjihad, dalam sebuah barisan yang kokoh. Iya, kejayaan islam adalah sebuah keniscayaan, dan di KSAI inilah kita akan mewujudkannya… Insya Allah… Ameen! Teladan Jayamahe. << Anggrieni Wisni /Ummu Laila (Ketua II TSC 2001-2002, KU UNDIP)

Dakwah itu bukan sekedar menyampaikan kebenaran, tapi bagaimana memeastikan kebenaran itu diterima, dna bahkan didukung oleh mad’u kita, bukan justru membuat mereka lari darinya. KSAI adalah batu loncatan agar kita dapat mengimplementasikan dakwah kita dalam kehidupan yang seseungguhnya. << Ahmad Munasir Raf’ie Pratama (Sigma, TSC, Mentor, Sie Litbang KSAI Al Uswah 2004-2005, TE UGM)

Saudaraku… dakwah ini nmembutuhkan energi yang besar. KSAI hadir sebagai salah satu mesin utnuk mencetak SDM-SDM yang memiliki energi besar, yang siap mengubah kondisi bangsa dan umat uni. Mari kita bangun Indonesia yang lebih baik dan bermartabat serta mendapat keridhoaan dari Allah pencpta alam semesta. << Dimas Hananto (Tonti, OBTB, Mentor KSAI Al Uswah, Akuntasi UGM)

Dakwah kitas ekarang bukanlah dakwah bendera yang berkibar-kibar beraneka warna. Namun dakwah yang seharusnya kita lakukan adalah dakwah ragi. Dakwah yang tak berasa namun memberi manfaat bagi sesama. Mari terus berkarya hingga terpisah jiwa dan raga. << Tyas Ikhsan Hikmawan (Ketua II OBTB, Litbang Mentoring, Ketua FSRMY, Biologi UGM)

“Stand for something or you ‘ll fall for anything.” KSAI is definitely something you should stand for. “KSAI is not everything, it is the only thing” << Imam Manggalya Adhikara (Tonti, Mentor KSAI Al Uswah, Ketua BEM KU UGM)

Lewat forum ini, pertama akli saya mengenal Islam. Lewat forum ini pula, pertama kali saya merasakan indahnya ukhuwah…Jzakumullah khoir…. Kenangan itu Insya Allah akan kusimpan baik-baik. << Arisasi Leswitasnani (STAN, DEPKEU)

Mudah-mudahan KSAI selalu bersikap professional dalam melaksanakan amal-amal dakwahnya. Mudah-mudahan juga aktivisnya dapat memprioritaskan KSAI dengan tepat diantara amanah-amanah lainnya. Dan yang terpenting, mudah-mudahan KSAI tidak kehilangan ruh Islami, sehingga Islam tidak hanya menjadi pemahaman kering tanpa jiwa. << Wijaya Adhi Surya (TSC, Mentor KSAI Al Uswah, Ilkom UGM)

KSAI… tempat berbagi ilmu, berbagi cerita << Ratih Hardiyanti (Mentor, KIP-PUKAT KSAI Al Uswah, TP UGM)

“Ya Allah semoga Engkau tidak menghukumku karena apa yang mereka katakana. Ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui. Dan jadikanlah aku lebih baik dari hal yang mereka perikirakan.” (HR. Al-Bukhori) << Ratri Yuli Lestari (Mentor KSAI Al Uswah, Kehutanan UGM)

Di dunia ini, ada berbagai macam warna. Kata orang, ketika semua warna bercampur, hasilnya dalah warna hitam. Kata orang juga, setiap kita punya warna. Semoga di KSAi ini warna-warna itu bukannya melebur menjadi hitam, tapi berpadu, berharmoni, berwarna-warni seperti pelangi! (halah apa ta ya…🙂 << Difla Yustisia Qur’ani (Mentor KSAI Al Uswah, Biro Muslimah FSRMY, Ilkom UGM)

Keterangan:

Sejarah dituliskan oleh Mas Zainuri Hanif (2003), yang dipublish dalam blog pribadi beliau, zainuri.wordpress.com