Srawung KSAI #2: Yazid’s House!

4926807666717

Ceritanya

Srawung KSAI Adalah program yang tujuannya untuk menguatkan ukhuwah antar anggota di KSAI ini. Seperti namanya, kegiatan utamanya adalah srawung, bahasa formalnya mungkin silaturrahim ya. Nah, pada kesempatan Srawung kali ini, kita dapat kesempatan buat main ke rumah Yazid, yang terletak di antara jalan Palagan dan Jalan Kaliurang km 9,3. Dusun Lojajar Indah. Rumahnya warna hijau. Sebetulnya kalau semua srawung dihitung ini berarti yang keempat setelah yang pertama di rumah Mbak Nur Setiani (2012), lalu di rumah Mas Adnan (2012), lalu di rumah Haidar (2013), baru yang sekarang di rumah Yazid (2014).

Assalamualaykum
Apa kabar teman teman? Masih semangat menebar kebermanfaatan bersama kan ya?
Oiya, untuk recharge semangat, mari merapat kembali bersama teman-teman KSAI di
✏Srawung KSAI #1
🗓Sabtu, 16 Sept 2016
🕰12.30-15.00
🚩Rumah Yazid (Teladan 14) Jalan Kaliurang km 9
Jangan lupa datang ya, tanpamu kurang satu

📌Ancer ancer :
perumahan Lojajar Indah C-29 Ngaglik sleman Yk. prmpatan ringroad-jakal terus ke utara. ada bangjo pertigaan pertama lurus ke utara, trs ada bangjo pertigaan lagi(jakal Km9) belok kiri(barat), lurus terus(2 km). stelah jembatan ada gang di kanan(utara) jalan, gapura dusun lojajar Indah warna kuning ijo tosca. masuk ke utara trs, sampai ada prmpatan yang ada lapangannya. belok kiri, trs belok kanan. rumah saya warna ijo kiri jalan(c29)

Hikmah Seiring Perjalanan

Di Hari Jumat teman-teman KPPI Menyebarkan undangan ini. Karena satu dan lain hal jadi publikasinya sangat mendadak. Sebetulnya kalau mendadak sepertinya akan sangat sedikit yang datang, tapi Alhamdulillah datanglah total 14 orang meskipun tidak pada saat yang bersamaan. Ada yang datang di awal tapi lantas Izin karena mengisi PUKAT, dan ada juga yang baru sempat mampir Bakda Ashar.

Namun, Rasa senang itu tetap menyeruak dalam dada kami. Berjumpa kawan itu bagaimanapun memang menyenangkan.

Tapi sebelum menceritakan konten acara itu, saya ceritakan perjalanan ke rumah Yazid dulu yha. Jadi saya berangkat dari rumah sekitar pukul 12.00, cus meluncur ke Jalan Kaliurang, via gondomanan-gramedia-bunderan UGM. Dan ternyata di Bunderan Super Macet. Wih, udah kayak di Jakarta aja. Lalu teruuuuuus ke utara sampai bosan. Lalu, saya belok ke kiri di pertigaan yang ternyata di KM 8,5. Kurang ke utara dikit. Jadi saya salah belok. Tapi, di jalan itu juga ada jembatan (lihat ancer-ancer di atas). Lalu ada Masjid, lalu ada gapura hijau-kuning dengan tulisan “Desa Sumberan.” Karena warnanya hijau dan setelah jembatan, saya ya polos-polos aja masuk ke sana. Ternyata yang dimaksud bukan itu, saya sampai bolak balik beberapa kali. Ternyata, setelah saya coba bablaskan ke utara, jedulnya di jalan yang seharusnya, pas ada jembatan juga. Lalu saya lihat gapuranya yang dimaksud, ada tulisannya “Dusun Lojajar Indah.” Tapi warnanya MERAH PUTIH. hahaha, saya jadi geli sendiri. Setelah masuk gapura itu ancer2nya adalah lapangan di kanan jalan. lha itu lapangannya nggak kelihatan banget ternyata, sehingga ketika balik setelah kebablasan saya baru ngeh ada lapangan di situ.

Jadi hikmahnya adalah Where There is a WILL, There is a WAY. Kalau ada karep, insyaAllah ada Jalannya, meski harus direwangi tersesat dulu. Tapi di esok hari, tersesat itu menjadi ingatan yang melekat dan bisa membuat kita senyum-senyum sendiri.

4926807552624

Saling Mendengarkan

Lalu, setelah terkumpul agak banyak, acara dimulai. Karena mendadak dan tidak dapat pembicara, acara diisi dengan sharing-sharing antar departemen. Alhamdulillah sharing santai ini justru membuahkan diskusi yang lebih lancar dan terbuka. Kita jadi tahu kondisi di semua departemen, dan apa yang bisa dibantu di sana.. Alhamdulillah, jadi srawung ini bisa punya fungsi seperti rapat akbar namun kondisinya santai dan menyenangkan.

Kita jadi tahu bahwa tim Pembinaan sudah hampir komplit mencari mentor, dan sedang menyusun proposal lengkap. Kita jadi tahu kalau di beberapa departemen suasananya belum kondusif untuk bergerak. Kita jadi tahu bahwa ada beberapa orang yang sebetulnya punya keinginan untuk aktif namun karena serasa “lanang dewe” dalam tim (karena yang lain sibuk, belum sempat ikut aktif), jadi berat untuk bergerak. Nah, di sinilah sesungguhnya kita ingin KSAI ini seproduktif organisasi non-profit, namun juga sedekat keluarga. Karena bukankah hakikatnya kita, yang mengaku muslim ini adalah saudara?

Semangat!!!

Bagaimana Menurutmu?

%d bloggers like this: